Kamis, 31 Desember 2009

TugaZ FIQH

SALAB

Salab adalah harta rampasan milik musuh


HUKUMAN JILID


Dikalangan fuqoha terjadi perbedaan tentang batas tertinggi hukuman jilid dalam ta'zir. Menurut pendapat yang terkenal di kalangan ulama' Maliki, batas tertinggi diserahkan kepada penguasa karena hukuman ta'zir didasarkan atas kemaslahatan masyarakat dan atas dasar berat ringannya jarimah. Imam Abu Hanifah dan Muhammad berpendapat bahwa batas tertinggi hukuman jilid dalam ta'zir adalah 39 kali, dan menurut Abu Yusuf adalah 75 kali.


Sedangkan di kalangan madzhab Syafi'i ada tiga pendapat. Pendapat pertama sama dengan pendapat Imam Abu Hanifah dan Muhammad. Pendapat kedua sama dengan pendapat Abu Yusuf. Sedangkan pendapat ketiga, hukuman jilid pada ta'zir boleh lebih dari 75 kali, tetapi tidak sampai seratus kali, dengan syarat bahwa jarimah ta'zir yang dilakukan hampir sejenis dengan jarimah hudud.


Dalam madzhab Hambali ada lima pendapat. Tiga di antaranya sama dengan pendapat madzhab Syafi'i di atas. Pendapat ke empat mengatakan bahwa jilid yang diancam atas sesuatu perbuatan jarimahtidak boleh menyamai hukuman yang dijatuhkan terhadap jarimah lain yang sejenis, tetapi tidak boleh melebihi hukuman jarimah lain yang tidak sejenisnya. Pendapat ke lima mengatakan bahwa hukuman ta'zir tidak boleh lebih dari 10 kali. Alasannya ialah hadits nabi dari Abu Darda sebagai berikut: "Seorang tidak boleh dijilid lebih dari sepuluh kali, kecuali dalam salah satu hukuman hudud".


HUKUMAN SALIB


Hukuman salib sudah dibicarakan dalam jarimah gangguan keamanan (hirobah), dan untuk jarimah ini hukuman tersebut meruapakan hukuman had. Akan tetapi untuk jarimah ta'zir hukuman salib tidak dibarengi atau didahului dengan oleh hukuman mati, melainkan si terhukum si terhukum disalib hidup hidup dan tidak dilarang makan minum, tidak dilarang mengerjakan wudhu, tetapi dalam menjalankan sholat cukup dengan isyarat. Dalam penyaliban ini, menurut fuqoha' tidak lebih dari tiga hari.


TAHDID DAN TANBIH

Hukuman Ancaman (Tahdid), Teguran (Tanbih) dan Peringatan

Ancaman juga merupakan salah satu hukuman ta'zir, dengan syarat akan membawa hasil dan bukan hanya ancaman kosong. Misalnya dengan ancama akan dijilid, dipenjarakan atau dihukum dengan hukuman yang lain jika pelaku mengulangi tindakannya lagi.


Sementara hukuman teguran pernah dilakukan oleh Rosulullah terhadap sahabat Abu Dzar yang memaki maki orang lain dengan menghinakan ibunya. Maka Rosulullah saw berkata, "Wahai Abu Dzar, Engkau menghina dia dengan menjelek jelekkan ibunya. Engkau adalah orang yang masih dihinggapi sifat sifat masa jahiliyah."


Hukuman Pengucilan (al Hajru)

Hukuman pengucilan merupakan salah satu jenis hukuman ta'zir yang disyari'atkan oleh Islam. Dalam sejarah, Rosulullah pernah melakukan hukuman pengucilan terhadap tiga orang yang tidak ikut serta dalam perang Tabuk, yaitu Ka'ab bin Malik, Miroroh bin Rubai'ah, dan Hilal bin Umaiyah. Mereka dikucilkan selama lima puluh hari tanpa diajak bicara.


Hukuman Denda (tahdid)

Hukuman Denda ditetapkan juga oleh syari'at Islam sebagai hukuman. Antara lain mengenai pencurian buah yang masih tergantung dipohonnya, hukumannya didenda dengan lipat dua kali harga buah tersebut, disamping hukuman lain yang sesuai dengan perbuatannya tersebut. Sabda Rosulullah saw, "Dan barang siapa yang membawa sesuatu keluar, maka atasnya denda sebanyak dua kalinya besrta hukuman." Hukuman yang sama juga dikenakan terhadap orang yang menyembunyikan barang hilang.

JIHAD

Banyak orang menafsirkan makna jihad fi sabilillah dengan berbagai macam penafsiran. Mana makna jihad yang benar menurut kaca mata syariat Islam? Dan peperangan seperti apa saja yang dapat dikategorikan sebagai jihad fi sabilillah?

Ada upaya baru yang diciptakan oleh musuh-musuh Islam, yakni meminggirkan dan menghilangkan makna serta pengaruh istilah-istilah Islam di tengah-tengah kaum Muslim. Salah satu istilah yang berusaha mereka eliminir dan kaburkan adalah istilah jihad. Hal itu dilakukan bukan saja dengan menciptakan stereotipe negatif tentang jihad, mujahid dan syahid, tetapi juga dengan mengalihkan makna jihad secara syar’i ke pengertian jihad secara bahasa (lughawi) yang bersifat lebih umum.

Tidak dipungkiri, kata jihad memiliki pengarih yang amat luas, dan masih memiliki greget yang mendalam di kalangan kaum Muslim. Gaung jihad akan segera menghentakkan kaum Muslim, yang sehari-harinya biasa-biasa saja. Seketika kita berubah wujud menjadi luar biasa. Fenomena semacam ini amat dipahami, baik oleh musuh-musuh Islam maupun kalangan Muslim sendiri. Tidak aneh jika kata jihad sering dipelintir maknanya untuk kepentingan politik negara-negara besar maupun kalangan-kalangan tertentu.

Negara Barat kafir seperti AS, hingga kini tetap giat mempropagandakan pandangan bahwa jihad sama dengan teror, mujahidin sama dengan teroris atau ekstremis yang harus dimusuhi, dilawan, dan dibinasakan. Mereka khawatir dengan bangkitnya semangat kaum Muslim melawan hegemoni sistem kufur yang dipelopori AS. Kaum orientalis dan para pengikutnya mengarahkan makna jihad dalam pengertian yang lebih luas, mencakup jihad pembangunan, jihad menuntut ilmu, jihad mencari nafkah, jihad ekonomi, jihad politik dan sejenisnya. Semua itu mengaburkan makna jihad yang sebenarnya. Dalam skala yang lebih sempit lagi, kata jihad ternyata juga sengaja dipelintir dan dipolitisasi untuk menghadang atau melawan kelompok tertentu yang bertentangan dengan kelompok mereka. Inilah yang sekarang terjadi di negeri ini.

Untuk meluruskan persepsi keliru tentang makna jihad agar tidak digunakan untuk kepentingan politik tertentu, yang dengan gampang mengangkat perkara ini guna menghadang pihak lain yang menghalang-halangi atau mengganggu eksistensi dan kepentingan kelompok mereka, sangatlah penting menjelaskan hakikat jihad yang sebenarnya kepeda seluruh kaum Muslim.

Jihad berasal dari kata jâhada, yujâhidu, jihâd. Artinya adalah saling mencurahkan usaha1. Lebih jauh lagi Imam an-Naisaburi dalam kitab tafsirnya menjelaskan arti kata jihad –menurut bahasa-, yaitu mencurahkan segenap tenaga untuk memperoleh maksud tertentu2.

Al-Quran menggunakan arti kata jihad seperti diatas dalam beberapa ayatnya, seperti ayat berikut:

]وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا[

Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dalam hal yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. (TQS. Luqman [31]: 15)

Makna jihad menurut bahasa (lughawi) adalah kemampuan yang dicurahkan semaksimal mungkin; kadang-kadang berupa aktivitas fisik, baik menggunakan senjata atau tidak; kadang-kadang dengan menggunakan harta benda dan kata-kata; kadang-kadang berupa dorongan sekuat tenaga untuk meraih target tertentu; dan sejenisnya. Makna jihad secara bahasa ini bersifat umum, yaitu kerja keras.

Al-Quran telah mengarahkan makna jihad pada arti yang lebih spesifik, yaitu: Mencurahkan segenap tenaga untuk berperang di jalan Allah, baik langsung maupun dengan cara mengeluarkan harta benda, pendapat, memperbanyak logistik, dan lain-lain3.

Pengertian semacam ini tampak dalam kata jihad yang ada dalam ayat-ayat Madaniyah. Maknanya berbeda dengan kata jihad yang terdapat dalam ayat-ayat Makkiyah. Kata jihad mengandung makna bahasa yang bersifat umum, sebagaimana pengertian yang tampak dalam al-Quran surat al-Ankabut [29]: ayat 6 dan 8 serta surat Luqman [31]: ayat 15.

Tidak kurang dari 26 kata jihad digunakan dalam ayat-ayat Madaniyah. Semuanya mengindikasikan bahwa jihad disini mengandung muatan makna perang menentang orang-orang kafir dan keutamaan orang yang pergi berperang dibandingkan dengan orang yang berdiam diri saja. Pengertian semacam ini diwakili oleh firman Allah Swt:

]انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ[

Berangkatlah kalian, baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan diri kalian di jalan Allah. Yang demikian adalah lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. (TQS. at-Taubah [9]: 41)

Jihad dengan makna mengerahkan segenap kekuatan untuk berperang di jalan Allah juga digunakan oleh para fuqaha. menurut mazhab Hanafi, jihad adalah mencurahkan pengorbanan dan kekuatan untuk berjuang di jalan Allah, baik dengan jiwa, harta benda, lisan dan sebagainya4. Menurut mazhab Maliki, jihad berarti peperangan kaum Muslim melawan orang-orang kafir dalam rangka menegakkan kalimat Allah hingga menjadi kalimat yang paling tinggi5. Para ulama mazhab Syafi’i juga berpendapat bahwa jihad berarti perang di jalan Allah6.

Sekalipun kata jihad menurut bahasa memliki arti mencurahkan segenap tenaga, kerja keras, dan sejenisnya, tetapi syariat Islam lebih sering menggunakan kata tersebut dengan maksud tertentu, yaitu berperang di jalan Allah. Artinya, penggunaan kata jihad dalam pengertian berperang di jalan Allah lebih tepat digunakan ketimbang dalam pengertian bahasa. Hal ini sesuai dengan kaidah yang sering digunakan para ahli ushul fiqih:

Senin, 28 Desember 2009

Kado Chelsea wad The Blues Di akhir Tahun


Chelsea harus bersusah payah meraih kemenangan 2-1 atas Fulham, dalam duel lanjutan Premier League, Senin (28/12/2009). Hanya berkat gol bunuh diri bek Chris Smalling-lah Chelsea bisa merenggut tiga angka untuk mengamankan posisi puncak, dengan selisih lima angka dari Manchester United (2-1).

Bermain di kandang sendiri, Chelsea malah tertinggal lebih dulu, menyusul gol Zoltan Gera di menit keempat. Memanfaatkan umpan Bobby Zamora, Gera mengirim bola ke tengah gawang Petr Cech.

Selanjutnya, Chelsea mencoba mengejar ketinggalan. Beberapa kali, melalui Didier Drogba dan Frank Lampard, Chelsea mendapat peluang emas. Namun, soliditas pertahanan Fulham, membuat Chelsea gigit jari.

Pada menit ke-10 dan ke-11, misalnyanya, Lampard dan Drogba bergantian melepaskan tembakan ke tengah gawang Fulham. Sayang, kedua usaha itu kandas di tangan kiper Mark Schwarzer.

Setelah ancaman itu, Chelsea kesulitan mengembangkan permainan. Selain nyaris tanpa peluang, mereka juga beberapa kali terancam tertinggal semakin jauh. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-1 untuk Fulham.

Di babak kedua, Chelsea langsung bermain dalam tempo tinggi dan lebih lugas. Setiap mendapat peluang menyerang, mereka selalu berupaya menuntaskannya dengan tembakan. Hasilnya, selama 15 menit pertama di babak kedua, Chelsea melepaskan tak kurang dari enam tembakan ke gawang. Namun, tak satu pun mampu mengecoh Mark Schwarzer.

Kebuntuan Chelsea akhirnya pecah di menit ke-73, ketika mereka berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Drogba. Memanfaatkan umpan Branislav Ivanovic, Drogba mengirim bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Mark Schwarzer.

Gol itu membuat Chelsea semakin ngotot menggempur benteng Fulham. Peluang demi peluang pun tercipta dan tersia-sia, sampai lahirnya gol bunuh diri Smalling di menit ke-75. Gol bermula dari tembakan Sturridge yang ditepis Schwarzer. Namun, bola membentur tubuh Smalling, dan memantul ke dalam gawang.

Keunggulan membuat Chelsea menambah daya gedornya. Namun, usaha mereka berhasil dikandaskan Fulham. Ketika peluit berbunyi panjang, Chelsea harus puas melihat usahanya hanya berakhir dengan kemenangan 2-1.

Sepanjang laga, Chelsea tercatat menguasai bola sebanyak 66 persen dan mampu membuat tujuh tembakan tepat ke gawang dari 22 usaha. Sementara itu, FUlham sanggup menciptakan tiga peluang emas dari lima usaha.

Dengan hasil tersebut, Chelsea masih berada di puncak klasemen dengan 45 poin. Fulham sendiri juga bertahan di posisi kesembilan dengan 27 poin.

Susunan pemain:
Chelsea: Cech; Terry, Carvalho, Zhirkov (Ashley Cole 84), Ferreira (Ivanovic 65); Obi Mikel (Sturridge 70), Lampard, Ballack, Joe Cole; Kalou, Drogba
Fulham: Schwarzer; Smalling, Hughes, Konchesky, Pantsil (Etuhu 67); Baird, Murphy, Dempsey, Duff (Riise 85); Gera (Johnson 71); Zamora

C'mon Chelsea... C'mon Chelsea :D

Senin, 09 November 2009

Tenggelam kan MU,, Chelsea Kokoh di Puncak Klasment Sementara


Chelsea berhasil membungkam Manchester United 1-0 di Stamford Bridge dalam lanjutan Premier League, Minggu atau Senin (9/11) dini hari WIB, sekaligus memperkokoh posisinya di puncak klasemen. Kemenangan prestesius "Si Biru" ini sekaligus menenggelamkan "Setan Merah" ke peringkat ketiga.

Chelsea kini mengantongi nilai 30. Mereka unggul 5 poin atas Arsenal yang berada di urutan kedua, juga MU.

Duel ini bak final saja. Pasalnya, ini menentukan posisi puncak. MU ingin menggeser Chelsea dari puncak klasemen dan sekaligus memperbaiki laga tandang setelah sebelas pertemuan terakhir hanya sekali menang. Pastinya, di kubu "Si Biru", sangat penting untuk memetik poin agar aman di puncak klasemen.

Sejak wasit Martin Atkinson meniup peluit, kedua tim langsung baku serang. Meskipun demikian, Chelsea membuka kesempatan terlebih dahulu. Pada menit ke-3, Ivanovic hampir membuat timnya unggul jika saja Van der Sar tidak sigap menangkap bola.

Duel semakin sengit. Kedua tim bermain tempo cepat. Sejumlah peluang pun deras diciptakan kedua tim. Pada menit ke-9, misalnya, Rooney nyaris mengoyak gawang Cech setelah memaksimalkan umpan Evra. Sial, tendangannya masih melambung ke kanan atas.

Memasuki menit ke-26, kedua tim masih sulit mencetak gol. Selain sama-sama militan dalam menyerang, lini pertahanan kedua tim juga sangat alot ditembus.

Sementara itu, Chelsea sulit membangun serangan karena masih mudah dibaca dan dipotong. Pasukan Ancelotti pun berupaya mencetak gol dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Pada menit- 32, misalnya, Nicolas Anelka yang melakukan penetrasi di sektor kanan melakukan tendangan keras. Sial, tendangannya masih bisa dipotong Van der Sar.

Serangan itu dibalas Rooney tiga menit kemudian. Ia melakukan penetrasi di sektor kiri dan melepaskan tendangan, tetapi gagal bersarang ke gawang karena membentur John Terry.

Chelsea pun tetap tampil mendesak. Terry dkk membangun serangan cepat dan umpan-umpan pendek. Pada menit ke-42, Drogba nyaris mencetak gol. Serangan balik dimotori Anelka di sisi kanan. Sial, umpannya terbuang percuma karena Drogba tidak sigap menerimanya. Hingga turun minum, kedua tim belum menciptakan gol.

Memasuki babak kedua, pertarungan semakin alot. Mereka silih berganti menyerang. Bahkan, permainan keras mulai mewarnai pertandingan.

Pada menit ke-53, Chelsea mendapat tendangan bebas dari sektor kanan. Namun, tendangan Deco belum berbuah manis karena Evans berhasil membuang bola. Selain itu, tendangan bebas Drogba pun masih gagal setelah membentur pagar betis yang dibuat MU.

Serangan yang disusun pasukan Ferguson pun sering kali berakhir dengan kegagalan. Pasalnya, barisan pertahanan "Si Biru" sigap memutus alur serangan. Tendangan Fletcher, misalnya, berhasil diblok Terry pada menit ke-59.

Pada menit ke-60, Anelka yang melakukan penetrasi di sektor kanan langsung memberi umpan ke kotak penalti. Namun, Evans berhasil membuangnya dan jatuh di kaki Lampard. Tanpa pikir panjang, Lampard melibasnya dengan tendangan keras. Sial, Van der Sar masih mudah mengamankannya.

Melihat serangan anak asuhnya kurang kreatif membangun serangan, Carlo Ancelotti memasukkkan Joe Cole pada menit ke-63.

Toh, MU tak gentar. Ryan Giggs dkk masih gencar memberi tekanan kepada tuan rumah dan melahirkan beberapa peluang. Pada menit ke-67, misalnya, Rooney melakukan tusukan dan memberi bola kepada Valencia. Tak berlama-lama menguasai bola, Valencia memberikannya kepada Rooney yang langsung menendang bola dengan keras. Sial, tendangannya masih melebar ke sebelah kiri gawang Cech.

Ancaman Rooney tidak sampai di situ, Pada menit ke-68, tendangan kerasnya nyaris bersarang ke gawang Cech. Lagi-lagi sial, Cech masih bisa memotongnya.

Chelsea, yang tak mau tertekan, membalas dan sukses mencetak gol pada menit ke-76 berkat sundulan John Terry. Dia dengan cekatan menyambar tendangan bebas yang dilakukan Frank Lampard.

Gol ini membuat Terry dkk makin bersemangat. Mereka terus berusaha merusak pertahanan MU. Pada menit ke-80, Anelka melakukan dobrakan dari sektor kiri dan melepaskan umpan mendatar. Namun, sebelum umpan tersebut dimaksimalkan, Van der Sar berhasil memotongnya.

Pada menit ke-84, Fergie memasukkan Michael Owen dan Obertan, menggantikan Ryan Giggs dan Anderson. Keputusan Fergie cukup jitu. Obertan langsung menggigit, bahkan nyaris mencetak gol balasan jika saja tendangannya tidak sigap dipatahkan Cech.

Jelang peluit panjang, duel semakin sengit. Tak segan-segan, kedua tim melakukan permainan keras untuk memutuskan alur serangan lawan. Bahkan, keributan sempat terjadi setelah Carvalho melakukan pelanggaran dan wasit sudah meniup peluit. Namun, dia tetap membawa bola, hingga dijegal Jonathan Evans. Beberapa pemain kedua tim sempat saling dorong. Wasit kemudian memberi kartu kuning kepada Carvalho dan Evans.

Di masa injury time, MU lebih banyak mendominasi serangan dengan melepaskan umpan-umpan dari sayap. Mereka berhasil mengurung perrtahanan tuan rumah. Ini memaksa Ancelotti menarik Anelka dan memasukkan Alex untuk mengamankan keunggulan. Chelsea pun berhasil mengamankan kemenangan 1-0.

Susunan Pemain
Chelsea: Cech; Terry, Carvalho, Cole, Ivanovic; Essien, Ballack, Lampard, Deco (Joe Cole 63), Anelka (Alex 93), Drogba (Kalou 82).
Manchester United: Van der Sar; Evans, Brown, Evra, O'Shea; Carrick, Anderson, Fletcher; Gigs, Rooney, Valencia.

Sabtu, 31 Oktober 2009

tuGaz Fiqh

*SALAF*

Salaf/ Salaf aṣ-Ṣāliḥ adalah salah satu aliran dalam agama Islam yang mengajarkan syariat Islam, secara murni tanpa adanya tambahan dan pengurangan. Seseorang yang mengikuti aliran ini disebut Salafy/ As Salafy, jamaknya adalah Salafiyyun/ As Salafiyyun

Para Salafy beranggapan bahwa, jika seseorang melakukan suatu perbuatan tanpa adanya ketetapan dari Allah dan rasul-Nya, bisa dikatakan sebagai perbuatan bid'ah.

*FA'I*

Yang dimaksud Fa'i yaitu adalah harta rampasan tanpa darah tertumpahkan.

*GHANIMAH*

Secara harfiah, ghanimah berarti sesuatu yang diperoleh seseorang melalui suatu usaha. Menurut istilah, ghanimah berarti harta yang diambil dari musuh Islam dengan cara perang. Bentuk-bentuk harta rampasan yang diambil tersebut bisa berupa harta bergerak, harta tidak bergerak, dan tawanan perang.

Dilihat dari sejarah perang, kebiasaan ini telah dikenal sejak jaman sebelum Islam. Hasil peperangan yang diperoleh ini mereka bagi-bagikan kepada pasukan yang ikut perang tersebut, dengan bagian terbesar untuk pemimpin.

*SANKSI PEMBUNUHAN*

Diyat Pembunuhan



Jinâyât adalah penyerangan terhadap manusia. Jinâyât dibagi dua: (1) penyerangan terhadap jiwa (pembunuhan); (2) penyerangan terhadap organ tubuh.

Kasus jinâyât terhadap jiwa (pembunuhan), sanksinya ada tiga macam: qishash, diyat, atau kafarah. Pembunuhan sendiri diklasifikasi menjadi empat jenis; (1) pembunuhan sengaja; (2) mirip disengaja; (3) tidak sengaja; (4) karena ketidaksengajaan.

Pada kasus pembunuhan sengaja, pihak wali korban boleh memilih antara qishash atau memaafkan dengan mengambil diyat, atau menyedekahkan diyatnya. Jika pelaku pembunuhan mendapatkan pemaafan, ia wajib membayar diyat sebanyak 100 ekor onta dan 40 ekor di antaranya telah bunting.

Sanksi pembunuhan mirip sengaja (syibh al-’amad) adalah diyat 100 ekor unta, dan 40 ekor di antaranya bunting.

Adapun pembunuhan tidak sengaja (khatha’) diklasifikasi menjadi dua macam: (1) Seseorang melakukan suatu perbuatan yang tidak ditujukan untuk membunuh seseorang, namun tanpa sengaja ternyata mengakibatkan terbunuhnya seseorang. Misalnya, ada orang memanah burung, namun terkena manusia hingga mati. (2) Seseorang yang membunuh orang yang dikiranya kafir harbi di dâr al-kufr, tetapi ternyata orang yang dibunuhnya itu telah masuk Islam. Pada jenis pembunuhan pertama, sanksinya adalah membayar diyat 100 ekor unta dan membayar kafarah dengan cara membebaskan budak. Jika tidak memiliki budak, pelaku harus berpuasa selama 2 bulan berturut-turut. Dalam kasus kedua, sanksinya adalah membayar kafarah saja, dan tidak wajib diyat.

Sanksi untuk pembunuhan karena ketidaksengajaan adalah diyat 100 ekor onta dan membebaskan budak. Jika tidak ada budak, wajib berpuasa selama 2 bulan berturut-turut.

Adapun jinâyat terhadap organ tubuh, baik terhadap organ tubuh maupun tulang, sanksinya adalah diyat. Tidak ada qishash untuk penyerangan terhadap organ tubuh maupun tulang secara mutlak, kecuali pada kasus penyerangan terhadap gigi, dan kasus jarh (pelukaan di badan). Hanya saja, kasus penyerangan gigi atau jarh bisa saja dikenai diyat. Lalu kapan pada kasus penyerangan terhadap gigi dikenai qishash dan kapan dikenai diyat saja? Menurut fukaha, jika penyerangannya secara sengaja, dikenai hukuman qishash; sedangkan jika tidak sengaja, dikenai diyat yang besarnya telah ditetapkan di dalam as-Sunnah. Jika orang yang dilukai tidak meminta qishash, pelaku penyerangan hanya wajib membayar diyat. Dalam kasus penyerangan pada kepala (asy-syijaj), sanksinya hanyalah diyat, dan tidak ada qishash.

Kadar diyat atas penyerangan badan dan kepala ada yang telah ditetapkan di dalam as-Sunnah, ada pula yang belum ditetapkan. Jika telah ditetapkan dalam as-Sunnah, diyatnya sesuai dengan apa yang disebut; misalnya pada kasus jaifah dan pelukaan terhadap kelamin anak perempuan yang masih kecil. Adapun kasus penyerangan terhadap badan yang kadar diyat-nya tidak disebutkan oleh as-Sunnah, maka sanksinya adalah hukumah yang adil.

Chelsea permalukan Bolton Di kandang sendiri


Chelsea mempermalukan Bolton Wanderers 4-0 pada laga lanjutan Premier League, Sabtu (31/10/2009). Tidak hanya gagal mencetak gol balasan, tim tuan rumah juga diganjar satu kartu merah. Carlo Ancelotti bisa tersenyum puas melihat performa ciamik anak buahnya mendominasi pertandingan sekaligus menggilas klub peringkat 14 klasemen. Praktis posisi Chelsea di peringkat top klasemen tidak terganggu.



The Blues buka peluang sejak babak pertama bergulir. Di menit 30, baru lah gol tercetak dari tendangan maut Ivanovic. Sayang, gol dianulir wasit karena Michael Ballack dalam posisi offside.

Namun, John Terry dkk akhirnya mampu membalaskan dendam melalui tendangan penalti Frank Lampard di masa injury time babak pertama. Nahas bagi tim tuan rumah. Dua menit setelah Samuel diganjar kartu merah, gawang Jussi Jaaskelainen malah harus kebobolan di menit 45(2').

Babak pertama berakhir 1-0 atas kemenangan Chelsea.

Pensioners terus menggebrak dan melancarkan serangan mematikan pada paruh waktu kedua. Deco dengan mudah menembus jantung pertahanan Jaaskelainen di menit 60 usai memanfaatkan umpan Anelka dari Carvalho. 2-0 untuk anak buah Carletto.

Di menit 82, Carvalho melempar umpan silang untuk Ivanovic yang digadang-gadang Zat Knight di depan gawang. Namun, Knight malah salah strategi dan malah menyundul bola ke gawang sendiri. The Blues memimpin 3-0.

Didier Drogba pun menjadi pelengkap kemenangan skuadnya dengan satu gol di masa injury time menit 90.

Minggu, 25 Oktober 2009

Gilas Blackburn,, Chelsea Pimpin Klasmen


Chelsea berpesta lima gol tanpa balas, 5-0, saat menjamu Blackburn Rovers di pekan 10 Liga Inggris. Tambahan tiga angka dari laga tersebut mengantar The Blues sementara memuncaki klasemen.
Bertanding di Stamford Bridge, Minggu (25/10) dinihari WIB, Chelsea sempat dibuat kesulitan. Sebiji gol yang tercipta di babak pertama datang dari aksi bunuh diri Gael Givet.
Baru diparuh kedua tuan rumah mengamuk dan menjebol gawang tamunya sampai empat kali hanya dalam 16 menit. Dua gol datang dari Frank Lampard (48&59), sedang dua lainnya dilesakkan Michael Essien (52) dan Didier Drogba (64).
Tambahan tiga angka dari kemenangan ini membuat Chelsea untuk sementara berhak duduk di puncak klasemen dengan nilai 24, atau unggul dua atas Manchester United. John Terry punya peluang mempertahankan pucuk klasemen mengingat MU bakal menjalani pertandingan sulit dengan melawat ke Liverpool.
Sementara buat Blackburn ini merupakan kekalahan kelima mereka musim ini. Dengan poin 10, anak asuh Sam Allardyce masih terdampar di posisi 13 klasemen.
Susunan Pemain
Chelsea: Petr Cech, John Terry, Ricardo Carvalho (Jeffrey Bruma ‘67), Michael Essien, Juliano Belletti (Paulo Ferreira ‘61), Branislav Ivanovic, Joe Cole (Daniel Sturridge ‘77), Frank Lampard, Michael Ballack, Didier Drogba, Nicolas Anelka.
Blackburn Rovers: Paul Robinson, Gael Givet, Ryan Nelsen, Martin Olsson, Lars Christian Jacobsen (Míchel Salgado ‘60), Keith Andrews, Brett Emerton, Steven Nzonzi, Morten Gamst Pedersen (David Hoilett ‘69), El-Hadji Diouf, Jason Roberts (Nikola Kalinic’53).
www.liriklagu.info